Table of Content

Perbedaan Bank Sentral, Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat

Terdapat Perbedaan Bank Sentral, Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat dengan tujuan membantu kegiatan keuangan dan membantu perekonomian masyarakat.
Perbedaan Bank Sentral, Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat

VINERIX.COM - Perbedaan bank sentral, bank umum dan bank perkreditan rakyat perlu untuk masyarakat ketahui. Karena sekarang, lembaga satu ini bukan suatu hal asing lagi di mata masyarakat. Banyak masyarakat telah mengenal produk keuangan dan perbankan

Kebanyakan orang mengetahui lembaga ini sebagai tempat menyimpan uang. Itu merupakan salah satu layanan perbankan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat saat ini. Sebenarnya peran lembaga ini bukan hanya itu saja.

Lembaga ini merupakan salah satu tempat yang berperan besar dalam perekonomian suatu negara serta memiliki fungsi menetapkan dan melaksanakan suatu kebijakan moneter. Fungsi utama dari perbankan sendiri adalah menghimpun serta menyalurkan dana ke masyarakat. 


Perbedaan Bank Sentral, Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat, Pengertian dan Fungsi

Sebenarnya terdapat tiga jenis lembaga keuangan yang ada di Indonesia. Masing-masing dari ketiga lembaga ini memiliki peran serta fungsinya. Tiga jenis lembaga tersebut adalah umum, sentral dan pengkreditan rakyat. Kami akan jelaskan perbedaan bank sentral, bank umum dan bank pengkreditan rakyat. 

1. Bank Umum

Berdasarkan peraturan BI dengan nomor 9/7/PBI/2007 merupakan tempat yang melaksanakan segala kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa serta lalu lintas pembayaran.

Perbedaan bank sentral, bank umum dan bank pengkreditan rakyat adalah lembaga keuangan umum memiliki fungsi dasar sebagai lembaga perantara keuangan. Dana yang beredar di masyarakat nantinya akan dihimpun untuk kemudian disalurkan kembali ke masyarakat yang membutuhkan.

Selain sebagai tempat menyimpan uang, lembaga ini memiliki fungsi menghimpun dana dari masyarakat. Kegiatan menghimpun dana dari masyarakat dilakukan dengan membuka berbagai produk tabungan, deposito, giro atau dalam bentuk simpanan lain. 

Tujuannya agar masyarakat merasa lebih aman saat menyimpan uang. Fungsi lain dari lembaga ini yaitu menyalurkan dana kepada masyarakat, mendukung mekanisme pembayaran, menyediakan layanan jasa, mendukung kelancaran transaksi internasional, menyimpan barang berharga serta sebagai sarana investasi. 

Perbedaan bank sentral, bank umum dan bank pengkreditan rakyat dalam menjalankan fungsi dan kegiatannya lembaga ini memiliki peran untuk pengalihan aset, transaksi keuangan, likuiditas, dan efisiensi.


2. Bank Sentral

Selain jenis umum, terdapat lembaga lain yang memiliki peran penting dalam perekonomian bangsa. Lembaga tersebut adalah Bank Sentral. Di Indonesia sendiri, Bank Indonesia (BI) adalah yang dijadikan sebagai sentral.

Perbedaan bank sentral, bank umum dan bank pengkreditan rakyat adalah bank sentral merupakan lembaga yang bertanggung jawab dalam menstabilkan harga maupun nilai dari mata uang yang berlaku di suatu negara.

BI adalah lembaga sentral yang ada di Indonesia dengan memiliki tujuan pokok yaitu memelihara serta menstabilkan nilai dari mata uang Rupiah. Kestabilan ini meliputi nilai uang terhadap barang maupun jasa dan kestabilan terhadap nilai tukar dengan mata uang asing.

Tugasnya adalah mengatur sirkulasi uang dengan menetapkan dan menjalankan kebijakan moneter yang disusun oleh BI sendiri. Selain itu lembaga BI juga mengatur dan mendorong kelancaran sistem pembayaran serta sistem produksi.

BI juga memiliki wewenang yang diatur dalam undang-undang Republik Indonesia. Wewenang tersebut adalah mengatur dan mengawasi kegiatan perbankan di Indonesia. Selain itu BI juga memiliki wewenang membuat suatu kebijakan moneter dan mengatur sistem pembayaran. 

3. Bank Pengkreditan Rakyat

Selanjutnya adalah Pengkreditan Rakyat atau biasa disingkat BPR merupakan lembaga yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah. Namun BPR tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Kegiatan dari BPR berbeda dari umum.

Perbedaan bank sentral, bank umum dan bank pengkreditan rakyat adalah BPR dilarang menerima simpanan giro, segala kegiatan valas dan perasuransian. Kegiatan yang boleh dilakukan oleh BPR adalah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka.


Selain dalam bentuk deposito berjangka, BPR juga menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tabungan dan bentuk lainnya yang dipersamakan. BPR juga diperbolehkan melakukan kegiatan memberikan kredit, menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan prinsip syariah.

BPR menempatkan dananya dalam bentuk sertifikat BI, deposito berjangka, sertifikat deposito dan tabungan pada lembaga lain. BPR umumnya berlokasi dekat dengan masyarakat agar dapat terjangkau bagi yang membutuhkan.

Selain sebagai tempat menyimpan uang, lembaga keuangan ternyata memiliki fungsi dan peran masing-masing. Berbagai fungsi serta peranan ini bertujuan untuk membantu segala kegiatan keuangan serta perekonomian masyarakat di Indonesia.

Jenis lembaga keuangan yang ada di Indonesia memang tidak hanya satu. Berbagai kegiatan yang menyangkut tentang keuangan dapat dilakukan oleh ketiga jenis lembaga di atas. Berdasarkan fungsi serta peranan tersebut sehingga terdapat perbedaan bank sentral, bank umum dan bank pengkreditan rakyat.
Kasih jajan buat kreator klik disini

Post a Comment